jump to navigation

Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013 December 26, 2012

Posted by gpia in Uncategorized.
add a comment

The Masters plan 2012

Teologi September 21, 2012

Posted by gpia in Artikel.
add a comment

Anda pernah mendengar nama Hans Kung? Mungkin pernah. Mungkin juga belum.
Ia adalah salah seorang teolog Roma Katolik yang paling terkemuka dan juga paling kontroversial. Lahir di Swiss, belajar di Roma dan Sorbone, lalu bekerja di Jerman. Pengarang banyak buku hebat, serta pemegang banyak gelar doktor kehormatan dari mana-mana.
Pada tahun 1962, ia diangkat oleh Paus Yohanes XXIII menjadi penasihat resmi masalah-masalah teologi pada Konsili Vatikan II. Namun, Paus Yohanes Paulus tidak menyukai pemikiran-pemikirannya. Kini ia profesor Dogmatika dan Teologi Ekumenika serta Direktur Institut Riset Ekumenis di Universitas Tubingen, Jerman Barat.
Bukunya terakhir yang berjudul Teologi Untuk Milenium Ketiga merupakan bestseller, buku terlaris. Walaupun sesungguhnya tidak mudah untuk dipahami, paling sedikit bagi saya.
Asumsinya adalah bahwa menyongsong milenium ketiga (abad ke-21), yang banyak disebut orang sebagai “zaman purnamodern” (tapi ia lebih suka menamakannya “zaman ekumenis”), teologi kristiani yang ada tengah mengalami krisis yang amat hebat. Krisis kepercayaan dan krisis pemahaman. Orang purnamodern tidak lagi memercayainya dan tidak lagi memahaminya.
Untuk mengatasi krisis tersebut, menurut Kung, jalan yang mesti ditempuh oleh teologi tidak boleh sekadar berpaling ke belakang, kembali pada bentuk-bentuk kepercayaan yang tradisional. Atau, dalam kepanikan menyesuaikan diri begitu saja secara oportunistis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Jadi, mesti bagaimana? Agar teologi kristiani mampu meraih kepercayaan dan mempunyai relivansi sosial setelah tahun 2000 nanti, ia harus merupakan “penjabaran iman kristiani yang secara intelektual dapat dipertanggungjawabkan; pada satu pihak, tetap setia pada Injil, dan di pihak lain mampu menjawab tantangan zaman baru”.
Teologi yang dibutuhkan, menurut Kung, adalah teologi yang mampu berfungsi ke belakang, ke depan, maupun ke samping. Ke belakang, ia mesti mampu mengatasi “konflik-konflik klasik” yang terjadi sejak zaman Reformasi (abad ke-16). Ke depan, ia harus mampu menjawab persoalan-persoalan baru yang muncul pada zaman purnamodern (abad ke-21). Dan ke samping, ia harus mampu menghubungkan diri secara teologis dengan keberadaan agama-agama lain.
Apa kesan Anda setelah membaca sejauh ini? Bingung dan tidak mengerti bahwa teologi seruwet itu? Saya tidak menyalahkan Anda. Teologi memang ruwet dan rumit. Tidak semudah dan sesederhana yang diperkirakan orang.
Mengenai teolog, sekarang ini ada dua pandangan ekstrem yang sama-sama salahnya. Pandangan salah yang pertama mengatakan bahwa semua orang kristiani adalah teolog. Teologi adalah sesuatu yang amat mudah dan sederhana. Kursus Alkitab tertulis beberapa bulan, apalagi bila sudah mempunyai gelar M.Div. atau S.Th. di sekolah-sekolah teologi yang semakin menjamur banyaknya, dianggap sudah cukup untuk melahirkan teolog-teolog.
Situasi ini amat berbahaya sebab akan melahirkan orang-orang yang tidak tahu, tetapi merasa tahu. Sama bahayanya seperti mantri-mantri kesehatan yang merasa diri (dan berpraktik!) sebagai dokter bedah.
Kesalahan ekstrem yang kedua ialah yang menganggap bahwa hanya para sarjana teologi atau para doktor teologi sajalah yang berteologi. Teologi lalu menjadi esoteris, artinya, suatu ilmu rahasia yang hanya dikuasai dan dimonopoli oleh segelintir orang.
Situasi ini juga amat berbahaya. Dari sikap ini lahirlah anggapan bahwa seorang politikus kristiani hanya berpolitik, dan tindakan politiknya itu terpisah sama sekali dari teologi. Atau, seorang usahawan kristiani hanya berdagang, dan mempersetankan teologi. Atau, teolog kristiani hanya berteologi, buta terhadap realitas kehidupan. Teologi lalu kehilangan relevansi sosialnya seperti yang dikatakan Hans Kung.
Jadi, bagaimana seharusnya? Menurut keyakinan saya, setiap orang kristiani harus didorong dan dibina untuk berteologi secara sadar dan secara benar. Sebab sesungguhnya, setiap kali seseorang berusaha menghubungkan kenyataan hidup sehari-hari dengan iman kristianinya, setiap kali itu pula ia sedang berteologi. Hanya saja sering tanpa sadar.
Namun, itu tidak berarti dengan gampangnya kita menahbiskan setiap orang yang menjadi teolog. Sebab, yang dapat disebut teolog adalah mereka yang secara khusus belajar dan menguasai ilmu teologi. Berteologi adalah kewajiban setiap orang, tetapi tidak semua orang berhak disebut teolog.
Lalu, apa gunanya para teolog itu? Gunanya adalah untuk menolong semua orang kristiani supaya tidak saja berteologi secara sadar, tetapi juga berteologi dengan benar.
Situasinya dapat saya bandingkan demikian, yaitu setiap orang sebaiknya dan seharusnya mengetahui dan mempraktikkan hidup sehat. Namun demikian, kita toh tetap memerlukan dokter-dokter yang menguasai ilmu kedokteran. Semakin ahli semakin baik.
Dan mengapa semua ini perlu dikemukakan? Karena mengenai teologi ini, rasa-rasanya semakin banyak orang merasa diri sebagai dokter, bahkan berpraktik sebagai dokter, padahal tidak menguasai ilmu kedokteran dengan cukup. Akibatnya, sama berbahayanya. Dokter gadungan membahayakan jiwa. Walau tak perlu disangkal, yang gadungan itu boleh jadi lebih menarik banyak pasien.
Sayangnya, kalau untuk berpraktik dokter diperlukan izin, sedangkan untuk berteologi tidak. Sebab itu, kita mesti amat teliti dan hati-hati.
Eka Darmaputera

Renungan September 6, 2012

Posted by gpia in Artikel.
add a comment

Jalan Hidup
Kehidupan yang semakin modern, apalagi di kota-kota besar, membuat orang kian sibuk tak alang kepalang. Orang-orang yang kurang berpunya sibuk bergulat dan berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup dari hari ke hari: makan, pakaian, uang sekolah anak-anak, dan kontrak rumah. Sibuk!
Namun, jangan menyangka bahwa yang te¬lah berpunya lalu boleh bersantai-santai. Mereka pun sibuk luar biasa. Sibuk, untuk lebih berpunya lagi. Untuk menjadi lebih besar, mencapai lebih tinggi, dan mempunyai lebih banyak. Sibuk!
Begitu sibuknya, sehingga orang menjadi terlalu sibuk untuk sempat berhenti dan merenung: untuk apa sebenarnya semua kesibukan itu? Kesibukan-kesibukan yang tanpa henti itu, apakah ia sekadar untuk hidup? Atau untuk mencapai sesuatu yang lebih mulia dan lebih bermakna daripada sekadar hidup?
Namun, apakah hidup itu sesungguhnya? Apakah hidup itu ibarat mobil dan kita adalah sopirnya? Sepenuhnya berada di bawah kontrol dan kendali kita. Tergantung pada kita akan kita bawa ke mana?
Ataukah hidup itu adalah laksana mesin raksasa, dan kita ini cuma salah satu sekrupnya? Tak punya kuasa apa-apa atas hidup kita sendiri?
Dan bila kita memang tak punya kuasa apa-apa atas hidup ini, lantas siapakah yang empunya kuasa? Apakah yang berkuasa itu adalah yang kita sebut “nasib”. Bahwa setiap orang telah tertentu “nasib”nya, seperti tampak pada guratan di telapak tangannya? Bahwa si A akan pendek umurnya, karena begitulah guratan usianya? Tetapi si B akan selalu mujur, karena daun telinganya lebar dan ujungnya tertekuk ke dalam?
Benarkah nasib kita ditentukan peredaran bintang-bintang? Sebab itu, C yang berbintang Scorpio sebaiknya jangan memilih D yang berbintang Virgo, sebab pasti tak akan cocok?
Ataukah sebenarnya hidup manusia itu memang tak punya arah, karena tak ada yang mengarahkan? Bahwa semua yang terjadi itu cuma kebetulan-kebetulan, dan kita pun dipontang-pantingkan seperti sabut kelapa di tengah samudera?
Iman kristiani mengatakan bahwa ada yang menguasai dan mengendalikan kehidupan. Oleh karena itu, hidup manusia sesungguhnya tidak seperti sabut kelapa, tetapi seperti kapal yang mempunyai nahkoda. Kapten atau nahkoda kehidupan manusia itu adalah Allah. Tak satu pun kapal berlayar di luar kuasa kendali Sang Nahkoda itu.
Termasuk Raja Cyrus, atau Koresy. Ia memang tak mengenal Allah. Tetapi Alkitab mengatakan, Allah mengenal dia. “Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau. Sekalipun engkau tidak mengenal aku.” Cyrus pasti mempunyai rencana dan ambisi-ambisinya sendiri. Namun Alkitab mengatakan, bahwa Allah, Sang Nahkoda, juga mempunyai rencana untuk dia. “Aku telah mempersenjatai engkau sekalipun engkau tidak mengenal Aku” (bandingkan dengan Yesaya 45:6).
“Sekalipun engkau tidak mengenal Aku,” begitu beberapa kali dikatakan. Sebabnya ialah karena manusia acap kali tidak mengetahui dan tidak menyadari apa rencana Allah atas dirinya. Daud, yang sedang menggembalakan domba-dombanya, pasti tidak menyadari bahwa Allah menetapkan dia untuk menjadi raja. Elisa, seorang petani yang sedang membajak ladangnya, pasti tak mengetahui bahwa Allah memanggil dia sebagai nabi. Kita pun, di tengah kesibukan dan profesi kita, acap kali tak kunjung mengetahui dengan pasti, apakah memang ini yang Dia kehendaki.
Namun demikian, pengetahuan atau kesadaran kita memang tak pernah menentukan. Kita tahu atau tidak tahu, kita sadar atau tidak sadar, Allah punya rencana atas setiap kehidupan kita.
Persoalannya sekarang, bila kita tak mengetahuinya, lalu apa yang mesti kita kerjakan? Dua hal hendak saya kemukakan.
Pertama, kita mungkin tak mengetahui kehendak Allah yang khusus terhadap orang per orang. Namun, kita toh mengetahui apa kehendak Allah yang umum dan yang berlaku bagi setiap orang dan semua orang. Yaitu, Allah menghendaki keadilan dan kesejahteraan bagi semua orang.
Itu berarti bahwa sekalipun kita tak mengetahui dengan persis apa rencana khusus Allah untuk satu per satu kita, tapi satu per satu kita dituntut untuk mengarahkan dan menyesuaikan kehidupan kita dengan rencana dan kehendak Allah yang umum itu: Mengusahakan keadilan dan kesejahteraan bagi sebanyak mungkin orang. Sebab apa pun rencana khusus Allah itu, apakah
Dia mau supaya kita menjadi menteri atau petani, pendeta atau pengusaha, ibu rumah tangga atau tukang becak, masing-masing peran itu mesti kita laksanakan dan arahkan sesuai dengan rencana umum Allah: Bertindak adil dan mendatangkan sejahtera bagi sesama. Kita tidak tahu persis apa yang Dia kehendaki secara khusus bagi satu per satu kita, tetapi kita tahu persis apa yang tidak Dia kehendaki, yaitu berlaku tidak adil dan merugikan kesejahteraan sesama.
Apakah godaan dan bahaya itu ada? Sayang sekali, jawabnya adalah “ya”. Bayangkanlah bintang-bintang di langit, entah berapa miliar jumlahnya. Semuanya serba bergerak. Mengapa tak terjadi tabrakan? Sebab masing-masing bintang mengikut alur dan jalur yang telah ditetapkan Allah. Melanggar alur itu, akan berarti bencana. Bencana bagi bintang itu sendiri dan bagi yang lain-lain juga.
Sayang sekali, bintang-bintang itu jauh lebih patuh daripada manusia. Manusia mempunyai kemungkinan (bahkan kecenderungan) untuk keluar jalur. Dan memang itulah sebabnya mengapa hidupnya tak pernah bebas dari bencana dan malapetaka.
Kedua, betapa sering kita tidak dapat mengetahui apa yang direncanakan Allah sebelumnya.
Acap kali kita baru mengetahui sesudahnya. Dan betapa sering rencana Tuhan atas kita begitu bertolak belakang dengan rencana kita. Siapa dapat mengatakan bahwa Paulus telah merencanakan menjadi seorang pengabar Injil sejak awalnya?
Rencana Tuhan atas kita tak selalu yang paling enak dan paling ideal menurut ukuran kita.
Namun, betapa pun tak enaknya, bila kita memang yakin bahwa itulah jalan yang mesti kita tempuh, lebih baik ia kita patuhi dan ikuti. Sebab sekali Dia menyatakan kehendak-Nya kepada kita, kita tak punya lagi kemungkinan untuk melarikan diri. Yunus pernah diutus ke Niniwe, tetapi lari ke Tarsis. Akhirnya, melalui pengalaman-pengalaman yang amat dramatis, toh Tuhan membawanya kembali ke Niniwe.
Yesus memberi teladan yang indah mengenai ini. Dia mengetahui apa rencana Tuhan atas diri-Nya. Dia mesti melalui jalan salib. Dia sama sekali tak menyukainya. Namun demikian, Dia tidak melawannya. Dengan taat Dia memasukinya. Bahkan memuliakan Allah di sana.
“Sekarang jiwa-Ku terharu, dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Yohanes 12:27, 28
Eka Darmaputera
Kenapa Sih Gue Nggak Cakep?
“Emang bener, dia kok lebih cakep dari gue. Kenapa sih gue jelek banget? Kenapa sih dia lebih keren”!
Merasa puas dengan penampilan sendiri memang tidak mudah. Ada saja hal yang kita anggap jelek, mulai dari rambut, hidung, dagu, dan seterusnya. Kita sering membandingkan diri dengan orang lain. Hasilnya malah membuat hati semakin panas: rambut si Ani lebih lebat, hidung si Beti lebih mancung dan bibir si Cupi lebih mengundang.
Sebenarnya bagus atau jeleknya penampilan fisik bersifat relatif. Apa yang bagus menurut kita belum tentu bagus menurut orang lain, dan sebaliknya. Nona-nona di sini senang memakai krim pemutih supaya kulit sawo matang berubah menjadi putih atau kuning langsat. Padahal nona-nona di Eropa yang kulitnya putih justru sengaja berjemur dan menggosok tubuh dengan lotion supaya berwarna sawo matang. Di sini wanita takut kegemukan, padahal di kepulauan Pasifik wanita justru saling berlomba untuk menjadi lebih gemuk. Kita ingin gigi tampak putih, padahal di pedalaman Afrika orang sengaja mengunyah akar-akar tertentu supaya gigi menjadi kuning. Yang berambut hitam ingin pirang, yang pirang ingin hitam. Yang pendek ingin jangkung, yang jangkung ingin pendek. Repot!
Bukan hanya dalam hal penampilan fisik kita susah merasa puas, namun juga dalam hal lain. Kita gampang iri: dia lebih populer, dia lebih kaya, dia lebih pandai, dan seterusnya. Akibatnya kita kurang menyukai diri kita. Lama-lama kita mulai membenci diri kita. Kita gelisah terhadap diri sendiri. Kita tidak berdamai dengan diri sendiri. Kalau sudah begitu, bagaimana bisa berdamai dengan orang lain?
Kembali ke penampilan fisik. Seratus orang mempunyai 100 wajah berbeda. Apa jadinya kalau semua wajah sama dan serupa, rata bagaikan tapak setrika? Tiap wajah adalah unik. Unik berarti tersendiri dalam bentuk atau corak sehingga tidak ada ukuran tunggal untuk menentukan bagus atau jelek. Itu berarti bahwa tiap individu mempunyai kebagusan dan kejelekannya sendiri. Tiap individu adalah karya tangan Tuhan yang unik. Karena itu, apa pun rupa penampilan fisik kita, tiap individu berharga di mata Tuhan dan dicintai oleh Tuhan. Mazmur 139:13-14 mengaku:
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, Menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; Ajaib apa yang Kaubuat dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Kita dibentuk dan ditenun oleh Tuhan secara mengagumkan. Kalau begitu, bukankah kita juga patut mengagumi dan menerima diri kita sehingga kita merasa damai dengan diri kita?
Apakah berdamai dengan diri sendiri berarti menerima diri secara pasif tanpa keinginan membuat perubahan? Bukan! Kita perlu bertumbuh dan berubah, tentunya ke arah yang bersifat memperbaiki.
Jadi, silakan memperbaiki penampilan fisik jika dibutuhkan. Kalau wajah bisa lebih cerah, mengapa tidak? Rawatlah wajah. Bersihkan pakai cleansing lotion. Lalu gunakan toner. Lalu olesi moisterizer. Kemudian pakai foundation. Sesudah itu baru pakai bedak. Tuh, jadi keren! Yang berikut rawatlah mata. Mata berkerut perlu eye cream. Lalu pakai eye shadow. Tipis-tipis saja, sebab kalau terlalu tebal kelihatannya seperti mata bengkak yang kena tonjok. Kemudian pakai eye liner. Kalau bulu mata belum tampak panjang dan lentik, pakailah mascara. Sekarang alis. Alis juga perlu diperbaiki bentuknya. Pakai eye brow brush. Lalu pakai eye brow pentil. Berikutnya pipi. Pipi diolesi blush on supaya tampak segar. Bibir juga perlu dirawat. Mulailah dengan lip gloss. Lalu pakai lip liner. Sesudah itu baru ambil lip stick. Eh, kok saya jadi genit ngomongin yang ginian?
Berikut adalah tentang tubuh. Menghargai tubuh sebagai ciptaan Tuhan berarti bahwa kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Ini menyangkut banyak urusan, yang pasti memantau berat badan. Menurut dokter rumus berat badan orang dewasa yang dianjurkan adalah sebagai berikut: tinggi badan – 100 = Y – (10% dari Y] = Z kg. Contoh untuk orang yang tingginya 160 cm adalah: 160 – 100 = 60 -(10% dari 60) = 54 kg. Jarang ada orang dewasa yang bisa konsisten dengan rumus itu, sehingga perbedaan beberapa kilogram masih dinilai wajar, asal saja tidak terlalu over-weight.
Dalam hal ini kita diminta bijak mengatur komposisi dan kombinasi unsur protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air. Maksudnya supaya pola makan kita bijak, mencegah kita menjadi terlalu kurus atau terlalu gemuk.
Soal bagus atau jeleknya adalah relatif. Yang penting kita memelihara diri. Yang lebih penting lagi kita berpikir positif tentang citra diri. Sebuah amsal berbunyi: “Seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia” (Ams. 23:7-a). Artinya: kita ada sebagaimana kita duga. Kalau tiap hari cemberut dan keki karena merasa jelek, akhirnya kita jadi betul-betul jelek. Sebaliknya, kalau tiap hari tersenyum dan happy karena merasa cakep, lama-lama kita jadi betul-betul cakep. Jelek atau cakep bergantung dari citra diri kita sendiri.
Karena itu sebetulnya tiap orang adalah cakep. Kesimpulan: kuning langsat cakep, sawo matang juga cakep. Rambut keriting ayu, rambut lurus juga ayu. Kutilang Darat cantik, Gepe juga cantik. Eh, apaan ‘tuh artinya? Kutilang Darat itu Kurus Tinggi Langsing Dada Rata. Gepe itu Gede Perut, Gede Pinggul, Gede Paha.
Andar Ismail

Thanksgiving August 30, 2012

Posted by gpia in Artikel.
add a comment

Thanksgiving

Sandra masuk ke dalam toko bunga dengan langkah berat. Ia sedang mengalami hal berat dalam kehidupannya. Ketika ia sedang hamil empat bulan pada kehamilannya yang kedua, sebuah kecelakaan mobil merengut nyawa janinnya.

Pada minggu “Thanksgiving” ini, ia mungkin akan melahirkan seorang putra jika kecelakaan itu tidak terjadi. Ia sangat sedih, benar-benar terpukul atas kejadian itu. Tetapi sepertinya, kejadian itu belum cukup, perusahaan di mana tempat suaminya bekerja, menugaskan suaminya untuk bekerja di bagian cabang. Kemudian, adik perempuannya, yang ketika masa liburan tiba selalu mengunjunginya, menghubunginya karena ia tidak dapat berkunjung pada liburan kali ini.

Kemudian teman Sandra menasehati Sandra dengan mengatakan bahwa segala kedukaan yang ia alami adalah jalan Tuhan untuk mendewasakannya sehingga ia dapat bersikap lebih tenggang rasa terhadap penderitaan orang lain. “Ia tidak tahu apa yang aku rasakan,” pikir Sandra dengan lirih.

Thanksgiving?

Berterima kasih untuk apa? pikirnya. Untuk supir truk yang ceroboh, yang menyerempet mobilnya dengan sangat keras? Untuk kantong udara penyelamat mobil yang menyelamatkan hidupnya, tetapi mengambil hidup bayinya?

“Selamat siang, bisa saya bantu?” secara tiba-tiba ia berhenti dari lamunannya.

“Aku… aku membutuhkan persiapan untuk thanksgiving,” jawab Sandra dengan gagap.

“Untuk Thanksgiving? Apakah kamu ingin suatu hal yang indah, tetapi sederhana, ataukah kamu ingin menghadirkan situasi yang berbeda seperti pilihan pelanggan di sini, yang kusebut sebagai ‘Thanksgiving istimewa?’ tanya penjaga toko.

“Aku yakin bunga-bunga itu menceritakan sesuatu dalam kehidupanmu,” lanjutnya. “Apakah kamu mencari sesuatu yang bisa menyampaikan rasa terima kasihmu pada hari Thanksgiving ini?”

“Tidak juga!” celetuk Sandra. “Dalam lima bulan terakhir ini, semuanya yang bisa menjadi buruk benar-benar menjadi buruk.”

Sandra menyesali ucapannya tadi, dan sangat terkejut ketika penjaga toko itu berkata, “Aku telah mempersiapkan sesuatu untukmu di hari Thanksgiving ini.”

Pada saat itu, bel pintu toko berbunyi, dan penjaga toko menyalami seorang pelanggan yang baru saja masuk. “Hai, Barbara… tunggu sebentar yah, aku ambilkan pesananmu.” Penjaga toko itu masuk ke dalam, menuju ruang kerjanya, kemudian muncul kembali sambil membawa berbagai macam persiapan untuk Thanksgiving, seperti tanaman hijau, pita-pita, dan tangkai bunga mawar duri yang panjang. Anehnya, hanya tangkainya saja, tidak ada bunganya.

“Mau dimasukkan ke dalam kotak?” tanya penjaga toko.

Sandra mengamati reaksi pelanggan itu. Apakah ini hanya lelucon? Siapa yang mau tangkai mawar tanpa bunganya! Ia menunggu seseorang tertawa, tetapi wanita itu tidak tertawa.

“Iya, Tolong yah,” jawab Barbara dengan tersenyum.

“Aku kira setelah tiga tahun mengalami Thanksgiving yang istimewa, aku tidak akan tersentuh dengan nilai dari Thanksgiving ini, tetapi aku bisa merasakannya di sini,” ia berkata sambil menyentuh dadanya. Dan ia pergi dengan pesanannya.

“Uh,” gumam Sandra, “wanita itu telah pergi dengan, uh… ia telah pergi tanpa bunga!”

“Baiklah,” kata penjaga toko, “Aku akan memotong bunga itu. Itulah Thanksgiving istimewa. Aku menyebutnya sebagai ‘Karangan Bunga Berduri Thanksgiving’.”

“Ayolah, kau tidak bisa menyebutkan siapa yang bersedia membayar untuk tangkai bunga seperti itu!” seru Sandra.

“Barbara datang ke toko ini tiga tahun yang lalu dengan perasaan sama seperti yang kau alami sekarang ini,” si penjaga toko menjelaskan. “Ia berpikir tidak perlu banyak berterima kasih kepada Tuhan. Ia telah kehilangan ayahnya karena penyakit kanker, bisnis keluarganya juga sedang buruk, putranya terlibat dalam masalah obat-obatan, dan ia tengah menghadapi operasi pembedahan yang sangat serius.”

“Pada tahun yang sama, aku kehilangan suamiku,” lanjut si penjaga toko, “dan untuk pertama kalinya dalam kehidupanku, aku menghabiskan liburan sendirian. Aku tidak memiliki anak, suami, kerabat dekat, dan memiliki banyak utang.”

“Jadi apa yang kau lakukan?” tanya Sandra.

“Aku belajar untuk berterima kasih atas segala penderitaanku,” jawab penjaga toko itu dengan pelan. “Dulu aku selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala hal yang baik dalam kehidupanku dan tidak pernah mempertanyakan mengapa hal yang terbaik terjadi kepadaku. Tetapi, ketika hal yang buruk menimpaku, aku mempertanyakan berbagai pertanyaan kepada Tuhan, aku menyalahkan Tuhan, aku marah kepada Tuhan! Aku membutuhkan waktu lama untuk mengerti dan mempelajari bahwa saat-saat sulit dan menderita sangatlah penting. Saat kita menderita itulah, kita memperoleh kekuatan. Aku selalu terlena dengan ‘bunga kehidupanku, tetapi ternyata duri kehidupankulah yang memperlihatkan kepadaku keindahan dari kerahiman Tuhan. Kau tahu, dalam alkitab tertulis bahwa Tuhan selalu menghibur kita ketika kita menderita, Tuhan memberikan kepada kita kekuatan, dan dari penghiburanNya lah kita belajar untuk menghibur orang lain.”

Sandra mulai berpikir tentang perkataan temannya yang mencoba untuk memberitahukan kepadanya. “Aku rasa yang benar adalah aku tidak perlu dihibur. Aku telah kehilangan bayiku dan aku marah terhadap Tuhan.”

Pada saat itu juga seseorang masuk ke dalam toko. “Hey, Phil!” teriak penjaga toko kepada seorang pria botak bertubuh gemuk.

“Istriku memintaku untuk mengambil pesanan Thanksgiving istimewa… dua belas tangkai duri!” canda Phil ketika si penjaga toko menyerahkan sebuah bungkusan persiapan Thanksgiving.

“Semuanya itu adalah untuk istrimu?” tanya Sandra ragu. “Apakah kau keberatan jika aku bertanya mengapa ia menginginkan sesuatu seperti itu pada hari Thanksgiving?”

“Tidak… bahkan aku sangat senang kau bertanya,” jawab Phil. “Empat tahun lalu, aku dan istriku hampir bercerai. Setelah empat puluh tahun, kami berada dalam keadaan yang kacau, tetapi dengan kasih Tuhan dan bimbinganNya, kami berhasil mengatasi masalah demi masalah. Tuhan telah menyelamatkan pernikahan kami. Jenny di sinilah (sang penjaga toko) yang mengatakan kepadaku bahwa ia menyimpan vas bunga yang berisikan tangkai bunga mawar untuk mengingatkan kepadanya apa yang ia pelajari dari saat-saat ‘berduri’ dalam kehidupannya, dan itu sangatlah menjelaskanku. Aku membawa beberapa tangkai bunga mawar ke rumah. Lalu aku dan istriku memutuskan untuk menamai setiap tangkai bunga dengan masalah yang kami hadapi, kami berusaha untuk mengerti maksud dari masalah itu, dan ternyata duri-duri yang kami alami itu benar-benar memberikan kekuatan kepada kami, kami berterima kasih kepada Tuhan atas pelajaran dari masalah itu.”

Setelah Phil membayar penjaga toko itu, ia berkata kepada Sandra, “Aku sangat menyarankan agar kau mengambil yang ‘istimewa’”

“Aku tidak mengetahui apakah aku bisa bersyukur atas duri kehidupanku,” kata Sandra. “Semua duri itu masih sangatlah…. baru.”

“Baiklah,” jawab penjaga toko itu dengan hati-hati, “pengalamanku telah menunjukkan kepadaku bahwa duri dalam kehidupan kita telah membuat bunga-bunga kehidupan kita lebih berharga. Kita menyimpan anugerah Tuhan lebih baik selama kita berada dalam masalah dibandingkan dengan saat-saat lain. Ingat, karena mahkota duri yang Yesus kenakanlah sehingga kita dapat mengalami kasihNya. Jangan menyesali duri-duri kehidupanmu. Duri-duri kehidupanmu itulah yang membentukmu dan memberimu kekuatan.”

Air mata mengalir deras di pipi Sandra. Untuk pertama kalinya sejak kecelakaan itu, ia menghilangkan duka dan penyesalannya. “Aku akan mengambil dua belas tangkai bunga berduri, tolong yah….” ia berkata sambil terisak-isak.

“Baiklah, aku akan menyiapkan mereka dalam beberapa menit,” jawab penjaga toko itu dengan ramah.

“Terima kasih. Berapa semua biayanya?”

“Tidak ada. Tidak ada, yang ada hanya suatu janji bahwa kau akan mengijinkan Tuhan untuk menyembuhkan hatimu. Biarkan aku membelikanmu barang persiapan untuk Thanksgiving tahun pertamamu.” penjaga toko itu tersenyum dan menyerahkan sebuah kartu kepada Sandra. “Aku selipkan kartu ini dalam barang-barang persiapan Thanksgiving, tetapi mungkin kau ingin membacanya terlebih dahulu.”

Di dalam kartu itu tertulis : “Tuhanku, aku belum pernah bersyukur kepadaMu untuk semua duriku. Aku berterima kasih kepadaMu atas segala bunga kehidupan yang kuterima, tetapi belum pernah sekalipun aku berterima kasih untuk penderitaanku. Ajarilah aku untuk menanggung beban salibku dengan tabah, ajarilah aku untuk menghargai nilai yang terkandung dari setiap penderitaan atau duri yang kuhadapi. Tunjukkanlah kepadaku, bahwa lewat jalan yang sulit menderita, dan jalan yang penuh dengan kerikil, setiap hari aku semakin bertambah dekat denganMu. Tunjukkanlah kepadaku, ya Tuhan, lewat air mataku, warna pelangiMu yang sangat indah.”

Pujilah nama-Nya untuk segala bunga kehidupanmu, berterima kasihlah kepadaNya untuk semua duri yang kau peroleh!

Tata Ibadah gpia perniagaan, Minggu, 19 Agustus 2012 August 14, 2012

Posted by gpia in Uncategorized.
add a comment

Tata Ibadahgpia perniagaan, Minggu, 19 Agustus 2012

 1. SAAT TERINDAH (D)

Saat terindah di hadirat-Mu berkat melimpah ada pada-Mu

‘ku dipulihkan dan dibarui dalam hadirat-Mu ada sukacita

 

PEMBACAAN ALKITAB:                 YEREMIA 29

P:  Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; (12)

w: apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. (13)

P:  Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat. (14a)

w: Sebab Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu, demikianlah firman TUHAN. (30:17a)

 

2.  HATI HAMBA

Kutak dapat lupakan kebaikan yang kut’rima,Pengorbanan-Mu yang mulia jadikan ‘ku berharga

Kau tulus menerima, aku apa adanya,Kekuatan kasih-Mu nyata memulihkan hidupku

     Kau bukan Tuhan yang melihat rupa,Kau bukan Tuhan yang memandang harta

     Hati hamba yang s’lalu Kau cari,Biar Kau temukan di dalamku

     S’lama kuhidup kumau menyembah-Mu,S’bab Engkau sangat berarti bagiku

     Yang terbaik yang ada padaku,‘ku persembahkan kepada-Mu Yesusku

 

­3. Kusembah Kau dalam roh dan keb’naran 2x

Tak seorangpun ju’a seperti Kau Yesus

 

DOA PEMBUKAAN

4. Berjalan Besama-Mu Tuhan

Berdiri s’bagai umat pilihan meninggikan panji Tuhan

Semua musuh tak dapat bertahan, kar’na kuasa-Nya bekerja sempurna

      Kunyanyikan kemenangan Yesus hebat bagiku, Yesus kota bentengku

      Kesukaan yang terbesar Berjalan bersama-Mu Tuhan seumur hidupku

 

5. TUHAN YESUS BAIK

Tiada berkesudahan kasih setia-Mu Tuhan,S’lalu baru rakhmat-Mu bagiku

Hari berganti hari tetap kulihat kasih-Mu,Tak pernah berakhir di hidupku

      Tuhan Yesus baik, sungguh amat baik,Untuk selama-lamanya Tuhan Yesus baik

Yesus baik bagiku, Yesus baik bagimu,Dulu s’karang dan selamanya Dia sungguh baik

(Dari selama-lamanya) (Sampai selama-lamanya)Untuk selama-lamanya Tuhan Yesus baik

 

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP

 

6. KUASA-MU BILUR-MU

Yesus telah mati bagiku, Dialah penebus yang ampuniku/pulihkanku

Pengorbanan-Nya yang sempurna, membawa mukjizat yang besar

      Kuasa-Mu memulihkan, kuasa-Mu memulihkan

      Percaya Kau berfirman, kuasa-Mu yang pulihkan

Yesus telah mati bagiku, Dialah penebus yang sembuhkanku

Pengorbanan-Nya yang sempurna membawa mukjizat yang besar

      Bilur-Mu menyembuhkan, bilur-Mu menyembuhkan

      Percaya Kau berfirman, bilur-Mu yang sembuhkan

 

DOA & PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

PERSEMBAHAN SYUKUR : 7. YESUS TUHANKU AJAIB

Yesus Tuhanku ajaib heran perbuatan-Nya

Tiada yang mustahil bagi-Nya, Yesus Tuhanku ajaib

Haleluya 2x Mukjizat yang diperbuat-Nya sungguh ajaib

Haleluya 2x untuk selama-lamanya Tuhanku ajaib

 

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 8. HANYA DEKAT ALLAH SAJA (G)

Hanya dekat Allah saja aku tenang, Dari pada-Nyalah keselamatanku

        Hanya Yesus Gunung Batuku, hanya Yesus Kota Bentengku, Aku tidak akan goyah s’lama-lamanya

August 10, 2012

Posted by gpia in Duta Mas, Perniagaan, Tata Ibadah.
add a comment

TATA IBADAH GPIA DUTA MAS – MINGGU, 12 AGUSTUS 2012
1 . KASIH SETIA-MU YANG KURASAKAN (C)
Kasih setia-Mu yang kurasakan lebih tinggi dari langit biru,
Kebaikan-Mu yang t’lah Kaunyatakan lebih dalam dari lautan
Berkat-Mu yang telah kuterima sempat membuatku terpesona
Apa yang tak pernah kupikirkan itu yang Kau sediakan bagiku
Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mata-Mu.. Dengan apakah kubalas Tuhan s’lain puji dan sembah Kau

PEMBACAAN ALKITAB: EFESUS 1
P : Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. (3)
W : Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.(4)
P : Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, (5)
W : supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. (6)

2. LEBIH DALAM KUMENYEMBAH
Sungguh besar setia-Mu nyata di sepanjang hidupku, Darah-Mu telah layakkan kehidupanku
Tiada kata yang bisa lukiskan indahnya Kau Tuhan, Bagi-Mu s’gala pujian dan kemuliaan
Kutinggikan Engkau Tuhan melebihi segalanya
Lebih dalam kumenyembah dalam roh dan keb’naran Selamanya…..

3. URAPAN-MU
Urapan-Mu mengalirlah, urapan-Mu buat jiwaku,Urapan-Mu kuatkan rohku, urapan-Mu yang kuperlu

DOA PEMBUKAAN
4. PENUAIAN TERJADI
Kut’rima janji Allah bagi kaum Yehuda..Umat yang berdoa, memuji dan menyembah
Inilah saat yang dinanti, Firman Allah t’lah digenapi,Kulihat penuaian terjadi yang melanda seluruh bumi
Tuhan memb’riku kegirangan dan sukacita melimpah,
Minyak yang baru dicurahkan Haleluya ‘ku bersorak

5. S’BAB KAU BAIK
S’bab Kau baik dan kasih-Mu tetap selamanya 2x S’gala bangsa suku dan bahasa, generasi ke generasi
Kusembah Kau, haleluya, haleluya.. Kusembah Kau, Kaulah Tuhan
Kusembah Kau, haleluya, haleluya.. Kusembah Kau, Kaulah Tuhan, Engkau baik
Engkau baik s’lamanya, s’lamanya Engkau baik

6. JALAN KEBENARAN DAN HIDUP
Kau Tuhan adalah Bapaku, Bapa yang baik p’lihara hidupku,
Semua yang ada padaku, bukti dari segala kasih-Mu
Yesus Kau jalan kebenaran dan hidup, Hanya pada-Mu kes’lamatan hidupku
Tiada Tuhan yang seperti diri-Mu, Kau layakkanku memanggil-Mu Bapaku

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
7. KUMAU SEPERTI-MU YESUS (G)
Bagaikan bejana siap dibentuk,Demikian hidupku di tangan-Mu
Dengan urapan kuasa Roh-Mu, ‘ku dibaharui selalu
Jadikanku alat dalam rumah-Mu,Inilah hidupku di tangan-Mu
Bentuklah s’turut kehendak-Mu Pakailah sesuai rencana-Mu
Kumau s’perti-Mu Yesus, disempurnakan s’lalu..Dalam setiap jalanku, memuliakan nama-Mu
Menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu kerinduanku 2x

DOA & PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS : 8. SEJAUH TIMUR DARI BARAT (F)
Sejauh timur dari barat Engkau membuang dosaku,Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh ke dalam tubir laut Kau melemparkan dosaku,Tiada Kau perhitungkan kesalahanku
Betapa besar kasih pengampunan-Mu Tuhan,Tak Kau pandang hina hati yang hancur
‘ku berterima kasih kepada-Mu ya Tuhan,Pengampunan yang Kau beri pulihkanku

PERSEMBAHAN SYUKUR : 9. JALAN KEBENARAN DAN HIDUP
Kau Tuhan adalah Bapaku, Bapa yang baik p’lihara hidupku,
Semua yang ada padaku, bukti dari segala kasih-Mu
Yesus Kau jalan kebenaran dan hidup, Hanya pada-Mu kes’lamatan hidupku
Tiada Tuhan yang seperti diri-Mu, Kau layakkanku memanggil-Mu Bapaku

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 10. ADA SATU SOBATKU YANG SETIA (G)
Ada satu sobatku yang setia tak pernah Dia tinggalkan diriku
Di waktu aku susah, waktuku sendirian , Dia s’lalu menemani diriku
Nama-Nya Yesus 2x Nama Yesus yang menghibur hatiku (2x)

TATA IBADAH GPIA DUTA MAS – MINGGU, 12 AGUSTUS 2012
1 . KASIH SETIA-MU YANG KURASAKAN (C)
Kasih setia-Mu yang kurasakan lebih tinggi dari langit biru,
Kebaikan-Mu yang t’lah Kaunyatakan lebih dalam dari lautan
Berkat-Mu yang telah kuterima sempat membuatku terpesona
Apa yang tak pernah kupikirkan itu yang Kau sediakan bagiku
Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mata-Mu.. Dengan apakah kubalas Tuhan s’lain puji dan sembah Kau

PEMBACAAN ALKITAB: EFESUS 1
P : Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. (3)
W : Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.(4)
P : Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, (5)
W : supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. (6)

2. LEBIH DALAM KUMENYEMBAH
Sungguh besar setia-Mu nyata di sepanjang hidupku, Darah-Mu telah layakkan kehidupanku
Tiada kata yang bisa lukiskan indahnya Kau Tuhan, Bagi-Mu s’gala pujian dan kemuliaan
Kutinggikan Engkau Tuhan melebihi segalanya
Lebih dalam kumenyembah dalam roh dan keb’naran Selamanya…..

3. URAPAN-MU
Urapan-Mu mengalirlah, urapan-Mu buat jiwaku,Urapan-Mu kuatkan rohku, urapan-Mu yang kuperlu

DOA PEMBUKAAN
4. PENUAIAN TERJADI
Kut’rima janji Allah bagi kaum Yehuda..Umat yang berdoa, memuji dan menyembah
Inilah saat yang dinanti, Firman Allah t’lah digenapi,Kulihat penuaian terjadi yang melanda seluruh bumi
Tuhan memb’riku kegirangan dan sukacita melimpah,
Minyak yang baru dicurahkan Haleluya ‘ku bersorak

5. S’BAB KAU BAIK
S’bab Kau baik dan kasih-Mu tetap selamanya 2x S’gala bangsa suku dan bahasa, generasi ke generasi
Kusembah Kau, haleluya, haleluya.. Kusembah Kau, Kaulah Tuhan
Kusembah Kau, haleluya, haleluya.. Kusembah Kau, Kaulah Tuhan, Engkau baik
Engkau baik s’lamanya, s’lamanya Engkau baik

6. JALAN KEBENARAN DAN HIDUP
Kau Tuhan adalah Bapaku, Bapa yang baik p’lihara hidupku,
Semua yang ada padaku, bukti dari segala kasih-Mu
Yesus Kau jalan kebenaran dan hidup, Hanya pada-Mu kes’lamatan hidupku
Tiada Tuhan yang seperti diri-Mu, Kau layakkanku memanggil-Mu Bapaku

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
7. KUMAU SEPERTI-MU YESUS (G)
Bagaikan bejana siap dibentuk,Demikian hidupku di tangan-Mu
Dengan urapan kuasa Roh-Mu, ‘ku dibaharui selalu
Jadikanku alat dalam rumah-Mu,Inilah hidupku di tangan-Mu
Bentuklah s’turut kehendak-Mu Pakailah sesuai rencana-Mu
Kumau s’perti-Mu Yesus, disempurnakan s’lalu..Dalam setiap jalanku, memuliakan nama-Mu
Menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu kerinduanku 2x

DOA & PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS : 8. SEJAUH TIMUR DARI BARAT (F)
Sejauh timur dari barat Engkau membuang dosaku,Tiada Kau ingat lagi pelanggaranku
Jauh ke dalam tubir laut Kau melemparkan dosaku,Tiada Kau perhitungkan kesalahanku
Betapa besar kasih pengampunan-Mu Tuhan,Tak Kau pandang hina hati yang hancur
‘ku berterima kasih kepada-Mu ya Tuhan,Pengampunan yang Kau beri pulihkanku

PERSEMBAHAN SYUKUR : 9. JALAN KEBENARAN DAN HIDUP
Kau Tuhan adalah Bapaku, Bapa yang baik p’lihara hidupku,
Semua yang ada padaku, bukti dari segala kasih-Mu
Yesus Kau jalan kebenaran dan hidup, Hanya pada-Mu kes’lamatan hidupku
Tiada Tuhan yang seperti diri-Mu, Kau layakkanku memanggil-Mu Bapaku

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 10. ADA SATU SOBATKU YANG SETIA (G)
Ada satu sobatku yang setia tak pernah Dia tinggalkan diriku
Di waktu aku susah, waktuku sendirian , Dia s’lalu menemani diriku
Nama-Nya Yesus 2x Nama Yesus yang menghibur hatiku (2x)

Tata Ibadah Minggu, 17 Juni 2012 June 14, 2012

Posted by gpia in Uncategorized.
Tags: , ,
add a comment

GPIA Duta Mas

 

1 . SEMUA BAIK

Dari semula t’lah Kau tetapkan, Hidupku dalam tangan-Mu dalam rencana-Mu Tuhan

Rencana indah t’lah Kau siapkan Bagi masa depanku yang penuh harapan

      S’mua baik, S’mua baik s’gala yang t’lah Kauperbuat di dalam hidupku

      S’mua baik sungguh teramat baik, Kau jadikan hidupku berarti

 

PEMBACAAN ALKITAB:   MAZMUR 50

P:   Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. (1)

w:  Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar. (2)

P:   Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! (14)

w:  Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” (15)

P:   Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya. (23)

 

2. TERIMA KASIH

Setiap janji-Mu Tuhan kusimpan dalam lubuk hatiku

Lewati setiap masalah, tiap tetes air mata dalam hidupku

Janji-Mu menopang hidupku, kasih-Mu menuntun langkahku

Dalam setiap waktu, penolongku, yang aku percaya

        Terima kasih buat kasih setia-Mu,

        Penyertaan-Mu sempurna janji-Mu tak pernah terlambat menolongku

        Terima kasih, ‘ku bert’rima kasih buat kasih setia-Mu di dalam hidupku

 

3. Besar anugerah-Mu, berlimpah kasih-Mu

    Semakin hari semakin bertambah besar anugerah-Mu

 

DOA PEMBUKAAN

4.  KU DIB’RI KUASA (G)

Ku dib’ri kuasa dari Raja Mulia, Menaklukkan musuh di bawah kakiku

Kupakai kuasa dari Raja mulia, Bila Allah ada bersamaku siapa jadi lawanku

      Sungguh besar Kau Tuhanku Engkau perisai hidupku ‘ku berdiri dengan iman, iman dalam Yesus Tuhan

      Kau yang memb’ri kemenangan ‘ku bersorak merayakan, terpujilah Engkau Raja s’gala raja

 

5 . BERSORAK-SORAI

Bersorak-sorai muliakan nama-Nya, Dia berperang ganti kita

Bertepuk tangan muliakan nama-Nya, Dia s’lamatkan jiwa kita

Satu satunya Penebus, kalahkan maut bangkit dan hidup

Tuhan yang memberi kemenangan bersama kita di dalam kita

Masuk dalam kemuliaan Nya, Dia perlindungan dan pengharapan

 

6. DI BAWAH KEPAK SAYAP-MU (F)

Aku ingin selalu berada di hadirat-Mu, Aku ingin selalu berlindung dalam naungan-Mu

Di bawah kepak sayap-Mu, Kau bawaku terbang tinggi, Melintasi langit biru, bagaikan rajawali

        Bagai Rajawali, melintas gunung tinggi, Bagai Rajawali, melintasi badai hidup

        Di bawah kepak sayap-Mu Kau bawaku terbang tinggi, Melintasi langit biru, bagaikan Rajawali

 

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP

NYANYIAN JEMAAT :     7. BAGAI RAJAWALI

Hanya kepada-Nya ‘ku ’kan berlari, Disaat kubimbang dalam hidupku

Yang aku percaya dalam hadirat-Nya ada kekuatan yang baru

Walauku melangkah dalam tekanan, Badai pencobaan datang menghadang

Yang aku percaya dalam hadirat-Nya ada kekuatan yang baru

        ‘ku ‘kan terbang tinggi bagai rajawali, Di atas segala persoalan hidupku

        Dan aku percaya saatku bersama Dia, Tiada yang mustahil bagi Dia

DOA FIRMAN TUHAN

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

PERSEMBAHAN SYUKUR :          8. DI BAWAH KEPAK SAYAP-MU (F)

Aku ingin selalu berada di hadirat-Mu

Aku ingin selalu berlindung dalam naungan-Mu

Di bawah kepak sayap-Mu, Kau bawaku terbang tinggi

Melintasi langit biru, bagaikan rajawali

        Bagai Rajawali, melintas gunung tinggi

        Bagai Rajawali, melintasi badai hidup

        Di bawah kepak sayap-Mu Kau bawaku terbang tinggi

        Melintasi langit biru, bagaikan Rajawali

 

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 9. JALAN HIDUP ORANG BENAR (G)

Jalan hidup orang benar diterangi oleh cah’ya firman Tuhan

Jalan hidup orang benar,Semakin terang hingga rembang tengah hari

Apabila ia (aku) jatuh tidaklah dibiarkan sampai terg’letak

S’bab tangan Tuhan ju’a yang menopangnya (ku)..Dan membangunkan dia (ku) kembali

 

gpia perniagaan

 

 

1.   TERLALU SEMPURNA

Tak ada kata yang sanggup melukiskan besarnya cinta yang Kau beri

Tak ada karya yang mampu mengukirkan,indahnya cinta yang kurasa

Tak ingin kujauh dari-Mu…

          Terlalu sempurna s’gala pengorbanan-Mu, Darah-Mu tercurah selamatkanku

          Terlalu sempurna s’gala perbuatan-Mu,Masa depan penuh harapan telah Kau sediakan bagiku

 

PEMBACAAN ALKITAB:     MAZMUR 50

P:  Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. (1)

w: Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar. (2)

P:  Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! (14)

w: Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” (15)

P:  Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya. (23)

 

2.  LEBIH DALAM LAGI (D)

Satu hal yang kurindukan ya Tuhan selalu berada di dekat-Mu

Dengan seg’nap hati, dengan seg’nap jiwa ‘ku menanti di hadirat-Mu

Lebih dalam lagi kurindu Kau Tuhan lebih dari segala yang ada

Lebih dalam lagi kucinta Kau Yesus ‘ku mengasihi-Mu

 

3. NYANYI DAN BERSORAKLAH (A)

Nyanyi dan bersoraklah bagi Dia,Pujian hormat, kuasa bagi Raja

Gunung tunduk, laut bergelora mendengar nama-Mu

      ‘ku bersuka atas perbuatan-Mu,S’lama kukasihi Engkau Tuhan

      Tiada janji s’perti yang ada pada-Mu,Yesusku peny’lamatku tiada yang s’perti Engkau

Setiap hari ‘ku memuji keajaiban kasih-Mu,Penghibur, pelindung, menara kekuatan

Biarlah semua yang bernafas tak berhenti menyembah-Mu

DOA PEMBUKAAN

 

4. HATIKU PERCAYA (F)

Tuhanlah kekuatan dan mazmurku,Dia gunung batu dan kes’lamatanku

Hanya pada-Mu hatiku percaya,Kaulah menara dan kota perlindungan

       Kumau s’lalu bersyukur s’bab cinta-Mu padaku,Takkan pernah berubah, hatiku percaya

       Walau bumi bergoncang, gunung-gunung beranjak,Namun kasih setia-Mu tak pergi dariku

 

5. DENGAN-MU TUHAN

Tak pernah kuragu akan kesetiaan-Mu, Kau pegang hidupku

Sepenuh jiwaku kuyakin dan percaya, Kau tuntun langkahku

Yesus Kaulah Raja dalam hidupku Berkuasa berjaya untuk s’lamanya

      Hanya Kau Tuhan sumber kekuatan,         Kuasa-Mu tercurah bagiku s’nantiasa

      Dengan-Mu Tuhan, ‘ku ‘kan berjalan,Dari kemuliaan sampai kemuliaan s’lamanya

 

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP

NYANYIAN JEMAAT:      6. TUHAN SELALU PUNYA CARA

Takkan kuragu Tuhan, janji-Mu yang menghidupkanku,

Hanya pada-Mu Tuhan ‘ku berseru dan mataku tertuju pada-Mu

    Kau s’lalu punya cara untuk menolongku,Kau s’lalu punya jalan keajaiban-Mu

    Kau dahsyat dalam segala perbuatan-Mu,Dan kutenang di dalam cara-Mu

 

DOA FIRMAN TUHAN

PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

 

PERSEMBAHAN SYUKUR : 7. YESUS KEKUATANKU (G)

Yesus kekuatanku dalam hidup ini,Yesus kekuatanku menghadapi semua

Bersama Dia hatiku tak akan goyah,Yesus kekuatan hidupku

      Yesus sapukan tetesan air mata,Yesus sembuhkan semua luka hatiku

      Bersama Dia hatiku tak akan goyah,        Yesus kekuatan hidupku

 

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 8. JALAN HIDUP ORANG BENAR (G)

Jalan hidup orang benar diterangi oleh cah’ya firman Tuhan

Jalan hidup orang benar,Semakin terang hingga rembang tengah hari

Apabila ia (aku) jatuh tidaklah dibiarkan sampai terg’letak

S’bab tangan Tuhan ju’a yang menopangnya (ku)..Dan membangunkan dia (ku) kembali

TATA IBADAH MINGGU, 10 JUNI 2012 June 7, 2012

Posted by gpia in Duta Mas, Perniagaan, Tata Ibadah.
add a comment

TATA IBADAH GPIA PERNIAGAAN, MINGGU, 10 JUNI 2012

1. KU ADA (C)
Ku ada s’bab anugrah-Mu, ‘ku ada kar’na kasih-Mu,
Tuhan Yesus ‘ku bert’rima kasih buat kasih rakhmat-Mu
T’rima kasih Yesus, Yesus, t’rima kasih..Hanya anug’rah-Mu buat hidupku s’karang
Ku ‘kan memuji-Mu s’lamanya………

PEMBACAAN ALKITAB: 1 YOHANES 4
P: Dalam hal inilah kasih ALLAH dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa ALLAH telah mengutus Anak-NYA yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-NYA. (9)
J: INILAH KASIH ITU: BUKAN KITA YANG TELAH MENGASIHI ALLAH, TETAPI ALLAH YANG TELAH MENGASIHI KITA DAN YANG TELAH MENGUTUS ANAK-NYA SEBAGAI PENDAMAIAN BAGI DOSA-DOSA KITA. (10)
P: Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. (11)
J: TIDAK ADA SEORANGPUN YANG PERNAH MELIHAT ALLAH. JIKA KITA SALING MENGASIHI, ALLAH TETAP DI DALAM KITA, DAN KASIH-NYA SEMPURNA DI DALAM KITA. (12)

2. KARYA TERBESAR
Kasih yang terindah, hati yang mulia,,Hanya kutemukan di dalam-Mu Yesusku
Pujian dari hatiku selalu disetiap waktuku,Tiada pernah berubah kasihku
Karya terbesar dalam hidupku Pengorbanan-Mu yang s’lamatkanku
Engkaulah harta yang tak ternilai Yang kumiliki dan kuhargai
Yesus Engkau kukagumi

Engkau kusembah, Kau yang terindah,Pulihkanku dengan darah-Mu
Engkau kusembah, Bapa mulia…Seumur hidupku, kumau menyembah-Mu

DOA PEMBUKAAN
3. TIBA SAATNYA (C)
Tiba saatnya kami berkumpul bersatu,Dari sg’nap suku dan bangsa
Berdiri di hadapan takhta Anak Domba,Satu suara menyatakan
Kes’lamatan dari Allah yang duduk dan bertakhta.. Kami naikkan pada Anak Domba
Pujian dan kekuatan, hormat dan kekuasaan,Kemuliaan bagi Dia selamanya

4. SUKACITA SURGA
T’rima sukacita surga itulah kekuatan bagi jiwa,
Kudapat rasakan kasih-Nya di tengah badai yang bergelora
T’rima sukacita surga itulah kekuatan bagi jiwa
Kudapat saksikan kuasaNya taklukan badai yang bergelora
Haleluya Kau ada dalam hatiku..Takkan patah semangatku, takkan hilang kekuatanku
Haleluya kumau bersorak bagi-Mu,Sukacita surga nyata penuhiku

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
NYANYIAN JEMAAT: 5. BERFIRMANLAH (BES)
Kurindu sabda-Mu, kurindu firman-Mu,Firman Tuhan Yesus yang heran dan berkuasa
Berfirmanlah Tuhan oleh kuasa Roh-Mu,Kepada-Mu kami berserah
Berfirmanlah, berfirmanlah Tuhan, Rohulkudus urapi hamba-Mu
Berfirmanlah, berfirmanlah Tuhan, Kurindu menikmati sabda-Mu

DOA FIRMAN TUHAN
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

PERSEMBAHAN SYUKUR : 6. TUHAN ALLAH HADIR DI SINI (E)
Tuhan Allah hadir di sini di tengah umat-Nya yang memuji
Mengucap syukur dalam nama-Nya Yesus Tuhan kita
Tuhan Allah hadir di sini berkat-Nya dirasakan semua,
Mari mashyurkan kebesaran-Nya Allah yang perkasa
Haleluya pujilah Dia di tempat kudus-Nya
Haleluya tinggikan nama-Nya Allah yang perkasa

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 7. KASIH ALLAH MELINGKUPI SAYA (G)
Kasih Allah melingkupi saya, lingkupi saya selama-lamanya,
Kar’na kasih-Nya ‘ku tak takut ju’a..Sebab Allah selalu sanggup tolong saya
‘ku tak dapat hidup tanpa kasih, kasih Yesus mengangkat aku,Dan menghibur aku, membebaskanku
‘ku tak dapat hidup tanpa kasih, kasih Yesus mengangkat aku,Melayani Tuhan dan sesama lebih sungguh

TATA IBADAH GPIA DUTA MAS MINGGU, 10 JUNI 2012
1 . SALIB-MU
Engkaulah nafasku, Engkaulah sumberku, Dengan kekuatan Salib-Mu, ‘ku dimampukan selalu
Semua perkaraku, semua harapanku, Kubawa kepada Salib-Mu, yang menjadi kekuatanku
Salib-Mu t’lah mengerjakan kes’lamatan yang besar bagiku,
Ku berdiri menyaksikan Kau setia dan hidup dalamku

PEMBACAAN ALKITAB: 1 YOHANES 4
P: Dalam hal inilah kasih ALLAH dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa ALLAH telah mengutus Anak-NYA yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-NYA. (9)
J: INILAH KASIH ITU: BUKAN KITA YANG TELAH MENGASIHI ALLAH, TETAPI ALLAH YANG TELAH MENGASIHI KITA DAN YANG TELAH MENGUTUS ANAK-NYA SEBAGAI PENDAMAIAN BAGI DOSA-DOSA KITA. (10)
P: Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. (11)
J: TIDAK ADA SEORANGPUN YANG PERNAH MELIHAT ALLAH. JIKA KITA SALING MENGASIHI, ALLAH TETAP DI DALAM KITA, DAN KASIH-NYA SEMPURNA DI DALAM KITA. (12)

2. DALAMNYA KASIH-MU
Dalamnya kasih-Mu Bapa, terlebih dari s’galanya, Pengorbanan yang termulia s’lamatkanku
Dengan darah yang tercurah, ampuniku atas dosa, ‘ku bersujud kepada-Mu oh Yesusku
Engkau kusembah, Kau yang terindah, Pulihkanku dengan darah-Mu, Engkau kusembah, Bapa mulia

3. Haleluya, haleluya bagi Anak Domba, Haleluya, haleluya darah-Nya meneguhkan
Setiap lidah, suku bangsa semua makhluk dan pulau
B’rikan glori, b’rikan hormat, b’ri pujian bagi Anak Domba (Yesuslah Sang Raja)

DOA PEMBUKAAN
4. TIBA SAATNYA
Tiba saatnya kami berkumpul bersatu, Dari sg’nap suku dan bangsa
Berdiri di hadapan takhta Anak Domba, Satu suara menyatakan
Kes’lamatan dari Allah yang duduk dan bertakhta, Kami naikkan pada Anak Domba
Pujian dan kekuatan, hormat dan kekuasaan, Kemuliaan bagi Dia selamanya

5 . BERSORAK-SORAI
Bersorak-sorai muliakan nama-Nya, Dia berperang ganti kita
Bertepuk tangan muliakan nama-Nya, Dia s’lamatkan jiwa kita
Satu satunya Penebus, kalahkan maut bangkit dan hidup
Tuhan yang memberi kemenangan bersama kita di dalam kita
Masuk dalam kemuliaan Nya, Dia perlindungan dan pengharapan

6. YESUS TUHANKU AJAIB
Yesus Tuhanku ajaib heran perbuatan-Nya
Tiada yang mustahil bagi-Nya, Yesus Tuhanku ajaib
Haleluya 2x Mukjizat yang diperbuat-Nya sungguh ajaib
Haleluya 2x untuk selama-lamanya Tuhanku ajaib

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
NYANYIAN JEMAAT : 7. KUASA-MU BILUR-MU
Yesus telah mati bagiku, Dialah penebus yang ampuniku/pulihkanku
Pengorbanan-Nya yang sempurna, membawa mukjizat yang besar
Kuasa-Mu memulihkan, kuasa-Mu memulihkan,Percaya Kau berfirman, kuasa-Mu yang pulihkan
Yesus telah mati bagiku, Dialah penebus yang sembuhkanku
Pengorbanan-Nya yang sempurna membawa mukjizat yang besar
Bilur-Mu menyembuhkan, bilur-Mu menyembuhkan,Percaya Kau berfirman, bilur-Mu yang sembuhkan

DOA FIRMAN TUHAN
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS: 8. DARAH-MU YESUS (D)
Sukacitaku penuh, ‘ku bermazmur bagi-Mu,Kar’na ‘ku tahu, ‘ku t’lah ditebus oleh curahan Darah-Mu
‘ku menari bagimu, ‘ku memuji nama-Mu,Kar’na ‘ku tahu, ‘ku berkemenangan oleh curahan Darah-Mu
Darah-Mu Yesus, sucikan daku,Darah-Mu Yesus, bebaskanku
Darah-Mu Yesus, ubahkan daku ‘ku dijadikan baru

PERSEMBAHAN SYUKUR : 9. BERSORAK-SORAI
Bersorak-sorai muliakan nama-Nya, Dia berperang ganti kita, Bertepuk tangan muliakan nama-Nya, Dia s’lamatkan jiwa kita
Satu satunya Penebus, kalahkan maut bangkit dan hidup,Tuhan yang memberi kemenangan bersama kita di dalam kita
Masuk dalam kemuliaan Nya, Dia perlindungan dan pengharapan

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 10. KASIH ALLAH MELINGKUPI SAYA (G)
Kasih Allah melingkupi saya, lingkupi saya selama-lamanya,
Kar’na kasih-Nya ‘ku tak takut ju’a..Sebab Allah selalu sanggup tolong saya
‘ku tak dapat hidup tanpa kasih, kasih Yesus mengangkat aku,Dan menghibur aku, membebaskanku
‘ku tak dapat hidup tanpa kasih, kasih Yesus mengangkat aku,Melayani Tuhan dan sesama lebih sungguh

Tata Ibadah Minggu, 03 Juni 2012 May 31, 2012

Posted by gpia in Uncategorized.
Tags: , ,
add a comment

TATA IBADAH GPIA PERNIAGAAN, MINGGU, 03 JUNI 2012

1.    TERLALU SEMPURNA
Tak ada kata yang sanggup melukiskan besarnya cinta yang Kau beri
Tak ada karya yang mampu mengukirkan..indahnya cinta yang kurasa
Tak ingin kujauh dari-Mu…    Terlalu sempurna s’gala pengorbanan-Mu
    Darah-Mu tercurah selamatkanku,Terlalu sempurna s’gala perbuatan-Mu
    Masa depan penuh harapan telah Kau sediakan bagiku

PEMBACAAN ALKITAB:        YESAYA 26
P:    Yang hatinya teguh KAU jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya. (3)
W:    PERCAYALAH KEPADA TUHAN SELAMA-LAMANYA, SEBAB TUHAN ALLAH ADALAH GUNUNG BATU YANG KEKAL. (4)
P:    Jejak orang benar adalah lurus, sebab ENGKAU yang merintis jalan lurus baginya. (7)
W:    YA TUHAN, KAMI JUGA MENANTI-NANTIKAN SAATNYA ENGKAU MENJALANKAN PENGHAKIMAN; KESUKAAN KAMI IALAH MENYEBUT NAMAMU DAN MENGINGAT ENGKAU.(8)
P: Dengan segenap jiwa aku merindukan ENGKAU pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari ENGKAU pada waktu pagi; sebab apabila ENGKAU
2.  TERLALU BESAR
Telah kulihat bukti kasih-Mu, Kau menderita gantikanku
Dengan darah-Mu Kau s’lamatkanku..Kini kuhidup menyenangkan-Mu
    Terlalu besar kasih-Mu Bapa,    Pengorbanan yang Kau b’rikan bagiku
    Terlalu mahal darah-Mu Yesus,Tercurah untuk menebus hidupku

Kunyanyi Haleluya… 2x Bagi Yesus Tuhan Rajaku…S’karang dan s’lamanya (2x)

DOA PEMBUKAAN
3. TUHAN ALLAH HADIR DI SINI (E)
Tuhan Allah hadir di sini di tengah umat-Nya yang memuji,
Mengucap syukur dalam nama-Nya Yesus Tuhan kita
    Tuhan Allah hadir di sini berkat-Nya dirasakan semua
    Mari mashyurkan kebesaran-Nya Allah yang perkasa
Haleluya pujilah Dia di tempat kudus-Nya
Haleluya tinggikan nama-Nya Allah yang perkasa

4. S’BAB TUHAN MAHABESAR (C)
S’bab Tuhan Mahabesar dan sangat terpuji,Dia lebih dahsyat dari s’gala Allah
S’bab Tuhan Mahabesar dan sangat terpuji,Kuasa-Nya dahsyat menghancurkan musuh
    Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara segala bangsa
    Dan perbuatan-Nya yang sungguh ajaib di antara suku bangsa

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
NYANYIAN JEMAAT:      5. KUASA-MU, BILUR-MU
Yesus telah mati bagiku, Dialah penebus yang ampuniku/pulihkanku
Pengorbanan-Nya yang sempurna, membawa mukjizat yang besar
    Kuasa-Mu memulihkan, kuasa-Mu memulihkan,Percaya Kau berfirman, kuasa-Mu yang pulihkan

Yesus telah mati bagiku, Dialah penebus yang sembuhkanku
Pengorbanan-Nya yang sempurna membawa mukjizat yang besar
Bilur-Mu menyembuhkan, bilur-Mu menyembuhkan,Percaya Kau berfirman, bilur-Mu yang sembuhkan

DOA FIRMAN TUHAN
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS :  6. YESUS ‘KU BERSERU
Dengan darah-Mu Kau tebus dosaku,Dengan nyawa-Mu Kau tukar hidupku
Kini aku s’penuhnya milik-Mu, akulah anak-Mu…….
    Yesus, Yesus, Yesus, ‘ku berseru,Yesus, Yesus kupanggil nama-Mu
    Pengabdianku hanya pada-Mu,Yesus, Yesus Engkaulah Bapaku

PERSEMBAHAN SYUKUR : 7. JANGAN PERNAH MENYERAH
Jangan pernah menyerah bila badai topan menerpa,Kuyakin engkau pasti ‘kan bertahan
Jangan pernah menyerah ‘tuk hadapi semua cobaan,Takkan melebihi kekuatanmu
Tak perlu engkau takut, tak perlu kau kecewa,Bila tak ada yang pedulikan hidupmu
    S’bab ada Yesus di s’tiap langkahmu,Ada Yesus yang menjagamu
    Ada Yesus yang s’lalu setia,    Ada Yesus takkan tinggalkanmu

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 8. SUNGGUH INDAH NAMA YESUS (A)
Sungguh indah nama Yesus di dalam hatiku,Kumau iring Dia selalu sampai akhir hidupku
    Glory, glory, glory haleluya terpuji nama-Nya,Kumau iring Dia selalu sampai akhir hidupku

TATA IBADAH GPIA DUTA MAS  MINGGU, 03 JUNI 2012

1 .  PERMATA HATIKU
Dengan s’genap hati dan jiwaku,Kudatang pada-Mu dalam kerinduan
Kasih-Mu yang sanggup mengubahku,dan menguatkanku dalam pengharapan
    Yesus Engkaulah permata hatiku,Dunia tak dapat menggantikan-Mu
    Kemuliaan-Mu tercurah bagiku,Menjadikanku indah dan semakin indah bagi-Mu

PEMBACAAN ALKITAB:        YESAYA 26
P:    Yang hatinya teguh KAU jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya. (3)
W:    PERCAYALAH KEPADA TUHAN SELAMA-LAMANYA, SEBAB TUHAN ALLAH ADALAH GUNUNG BATU YANG KEKAL. (4)
P:    Jejak orang benar adalah lurus, sebab ENGKAU yang merintis jalan lurus baginya. (7)
W:    YA TUHAN, KAMI JUGA MENANTI-NANTIKAN SAATNYA ENGKAU MENJALANKAN PENGHAKIMAN; KESUKAAN KAMI IALAH MENYEBUT NAMAMU DAN MENGINGAT ENGKAU.(8)
P: Dengan segenap jiwa aku merindukan ENGKAU pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari ENGKAU pada waktu pagi; sebab apabila ENGKAU

2. MENGENAL-MU
Bila kubuka mataku dan lihat wajah-Mu, ‘ku terkagum,
Bila kulihat hidupku dan karya tangan-Mu, ‘ku tersanjung
Kar’na s’mua yang baik dalam hidupku itulah karya-Mu,Kau b’ri kesempatan yang baru
    Dan kuingin mengenal-Mu Tuhan,Lebih dalam dari s’mua yang kukenal
    Tiada kasih yang melebihi-Mu,Kuada untuk menjadi penyembah-Mu

3. S’BAB ENGKAULAH TUHAN
S’bab Engkaulah Tuhan Yang Mahatinggi
Kau dimuliakan dari segalanya…    Kau kusembah 3x oh Tuhan 2x

DOA PEMBUKAAN
4.  MAHAKUASA MAHAMULIA
Tak terlukiskan kasih yang Kau berikan,Karya termegah, tiada bandingnya
Dekap kasih-Mu, setia menjagaku,‘kan kunyatakan bahwa Yesuslah Tuhan
    Mahakuasa, Mahamulia, Kau bertakhta atas semesta
    Mahakuasa, Mahamulia, dulu s’karang sampai s’lamanya

5 . BERSORAK-SORAI
Bersorak-sorai muliakan nama-Nya, Dia berperang ganti kita
Bertepuk tangan muliakan nama-Nya, Dia s’lamatkan jiwa kita
Satu satunya Penebus, kalahkan maut bangkit dan hidup
Tuhan yang memberi kemenangan bersama kita di dalam kita
Masuk dalam kemuliaan Nya, Dia perlindungan dan pengharapan

6. SATU YANG LAYAK
Sejak dari semula, Kau ciptakan semesta,Semua mengagumi Tuhanku
Seluruh ciptaan-Mu menyanyikan kidung bagi-Mu,Menyatakan satu suara untuk-Mu
    Satu hanya satu hanya satu yang layak,T’rima kemuliaan dan kuasa
    Satu hanya satu hanya satu yang layak,Yesus Tuhan tiada lawan-Mu

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP
NYANYIAN JEMAAT : 7. TIADA TERNILAI (C)
Di hati-Mu terukir namaku, di mata-Mu terlukis wajahku,
Bukan kar’na kuat gagahku,namun hanya kar’na kemurahan-Mu
Meski terkadang aku terjatuh tak pernah lelah Kau hampiriku,
Memelukku dengan cinta-Mu, betapa besar mulia kasih-Mu
    Bagi-Mu Tuhan s’gala pujian, hormat, kemuliaan,    Tiada ternilai salib-Mu Tuhan
    Sungguh berharga Engkau Yesus…..

DOA FIRMAN TUHAN
PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN
PERSEMBAHAN SYUKUR : 8. BERSORAK-SORAI
Bersorak-sorai muliakan nama-Nya, Dia berperang ganti kita
Bertepuk tangan muliakan nama-Nya, Dia s’lamatkan jiwa kita
Satu satunya Penebus, kalahkan maut bangkit dan hidup
Tuhan yang memberi kemenangan bersama kita di dalam kita
Masuk dalam kemuliaan Nya, Dia perlindungan dan pengharapan

NYANYIAN AKHIR IBADAH: 9. SUNGGUH INDAH NAMA YESUS (A)
Sungguh indah nama Yesus di dalam hatiku,Kumau iring Dia selalu sampai akhir hidupku
    Glory, glory, glory haleluya terpuji nama-Nya,Kumau iring Dia selalu sampai akhir hidupku

Tata Ibadah Minggu, 27 Mei 2012 May 23, 2012

Posted by gpia in Uncategorized.
Tags: , ,
add a comment

1. ALLAH ROH KUDUS (G)

Allah Roh Kudus penuhi kami kurindu Kau selalu dalam hidupku

Allah Roh Kudus ubah hatiku celikkanku, jamahlah, kurindukan hadirat-Mu

      Kusembah kudus, kudus, kuduslah Tuhan

      Dan kusanjung Kau mulia, mulia, bagi-Mu Tuhan

 

PEMBACAAN ALKITAB:                 MAZMUR 34

P:  Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?  (13)

w: Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; (14)

P:  jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya! (15)

w: Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; (16)

 

2. BERHEMBUSLAH ROH KUDUS (G)

Berhembuslah Roh Kudus di tempat ini, Berhembuslah Roh Kudus dengan kuasa-Mu

Pulihkanlah g’reja-Mu di akhir zaman, Berhembuslah, berhembuslah s’karang

      Urapilah kami dengan minyak baru,         Penuhilah kami dengan hadirat-Mu

      Kami rindu Tuhan melihat kuasa-Mu, dicurahkan di tempat ini

          Mengalirlah kuasa Roh Kudus, mengalirlah di tempat ini

          Mengalirlah Roh Kudus, pulihkanku (di hidupku)

 

DOA PEMBUKAAN

3. ANGGUR BARU (F)

Roh Kudus tercurah di tempat ini, Urapan-Nya yang ajaib memulihkan umat-Nya

Roh Kudus tercurah bagi g’reja-Nya, Membangkitkan umat pilihan-Nya

      Hari inilah harinya Tuhan saat pembebasan tiba

      Belenggu dosa t’lah dipatahkan, Mari bersorak bagi Dia, Hei!

Anggur baru tercurah penuhi umat-Nya dengan sukacita, ha…ha…ha…!

Minyak baru tercurah urapi umat-Nya nyata kuasa-Nya

 

4. GERAKAN ROH ALLAH (E)

Roh Kudus, Roh Allah, bakar hati dan hidupku, Api-Mu bakarku, jadi korban persembahan

Jamah bibir, hati dan pikiran dengan Api urapan-Mu

B’riku kasih kudus-Mu jangkau s’mua bangsa bagi-Mu

      Gerakan Roh Allah terjadi di sini, Allahku ‘kan melawat umat-Nya

      Di timur dan barat dari utara selatan, Lawatan Allah sekarang

 

5. API KRISTUS (D)

Api Kristus sudah menyala 2x Api.. Api.. Api, api, api, api Kristus sudah menyala

      Tuhan kirim Roh Api 3x Kirimlah sekarang ini

Api Pentakosta kupunya, kubiarkan menyala 2x Menyala…. Menyala selamanya

 

PADUAN SUARA/ VOCAL GROUP

DOA FIRMAN TUHAN  & PEMBERITAAN FIRMAN TUHAN

NYANYIAN JEMAAT : 6. PENUHIKU

Penuhiku… penuhiku dengan hadirat-Mu

Urapiku…. Urapiku dengan minyak Kudus-Mu

      S’perti rusa rindu sungai-Mu demikianlah jiwaku

      Ya… Roh Kudus penuhi aku dengan urapan baru

 

PERSEMBAHAN SYUKUR :   7. ROH ALLAH YANG HIDUP (E/F)

Roh Allah yang hidup penuhiku, Roh Allah yang hidup pulihkanku

Turunlah urapan ke atasku membangkitkan kuasa-Mu

      Membebaskan hidup yang terbelenggu

      Memulihkan hati m’reka yang terluka

      Serta mencelikkan mata yang buta

      Jadikan hidupku alat-Mu, dipenuhi urapan baru

      Menyatakan kebesaran kuasa-Mu

 

NYANYIAN AKHIR IBADAH:  8. PEGANGLAH TANGANKU ROH KUDUS (BES)

Peganglah tanganku Roh Kudus setiap hari

‘ku tak dapat jalan sendiri tanpa Roh-Mu

Bawalah diriku kepada s’gala kebenaran

Agar ‘ku tidak tersesat mengikuti jalan-Mu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.