jump to navigation

Kesadaran Akan Panggilan Tuhan September 1, 2011

Posted by gpia in Artikel.
trackback

“…Sebab itu adalah kaharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!” 1 Korintus 9:16
Kita cenderung melupakan jamahan Allah yang sangat rohani dan adikodariati. Jika Anda sanggup mengatakan dengan tepat tempat Anda berada ketika Anda mene¬rima panggilan Allah dan dapat menjelaskan semua tentang hal itu, saya meragukan apakah Anda benar-benar telah di¬panggil. Panggilan Allah tidak datang seperti itu; panggilan Allah lebih bersifat adikodariati. Kesadaran akan panggilan Allah dalam kehidupan seseorang mungkin datang seperti sambaran petir atau secara berangsur-angsur menyingsing seperti fajar. Akan tetapi, betapa pun cepat atau lambat ke¬sadaran ini tiba, ini selalu diiringi aliran adikodariati – sesuatu yang tidak terungkapkan dan menghasilkan “pijar”. Setiap saat kesadaran mendadak akan panggilan adikodariati yang telah menguasai hidup Anda ini dapat menerobos – “…Aku¬lah yang memilih kamu…” (Yohanes 15:16). Panggilan Allah tidak ada kaitannya dengan keselamatan dan pengudusan. Anda tidak dipanggil untuk memberitakan Injil oleh karena Anda telah dikuduskan; panggilan untuk memberitakan Injil itu berbeda sama sekali. Paulus melukiskannya sebagai keha¬rusan di dalam dirinya.
Jika Anda telah mengabaikan, dan karenanya menyingkir¬kan panggilan yang adikodariati dari Allah dalam hidup Anda. tinjaulah situasi Anda. Lihatlah di mana Anda telah meletak¬kan gagasan Anda sendiri tentang pelayanan, atau kesang¬gupan khusus Anda mendahului panggilan Allah. Paulus me¬nyatakan, “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!” Dia telah menyadari panggilan Allah, dan keharusannya un¬tuk “memberitakan Injil” sedemikian kuatnya sehingga tidak ada sesuatu pun yang menghalangi.
Jika seseorang dipanggil Allah, tidaklah menjadi soal be¬tapa pun sulitnya situasi. Allah mengatur setiap kekuatan bekerja bagi maksud-Nya. Jika Anda mau bersepakat dengan maksud Allah, Dia akan membawa bukan hanya tingkat ke¬sadaran Anda, melainkan juga semua tingkat yang lebih dalam dari hidup Anda, yang Anda sendiri tidak dapat men¬capainya, ke dalam keserasian yang sempurna.
Oswald Chambers

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: